<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Anak Ayam</title>
	<atom:link href="http://iikindhie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iikindhie.wordpress.com</link>
	<description>Ketika Anak Ayam Bertemu Internet</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 12:52:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iikindhie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Anak Ayam</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iikindhie.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Anak Ayam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iikindhie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Shaf yang Terpisah dengan Tiang Masjid</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/12/01/hukum-shaf-yang-terpisah-dengan-tiang-masjid/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/12/01/hukum-shaf-yang-terpisah-dengan-tiang-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 12:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[shaf sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shaf terpisah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat terpisah tiang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[a). Hadits –hadits tentang larangan memutus shaf dalam sholat Hadits Pertama : Hadits Anas bin Malik Radhiallahu anhu Dari Abdul Hamid bin Mahmud berkata : “Aku sholat bersama Anas bin Malik Radhiallahu anhu pada hari Jum&#8217;at, kamipun terdesak diantara tiang-tiang, maka kamipun maju atau mundur, lalu berkata Anas: (( كنا نتقي هذا على عهد رسول [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=116&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">a). Hadits –hadits tentang larangan memutus shaf dalam sholat</p>
<p>Hadits Pertama : Hadits Anas bin Malik Radhiallahu anhu</p>
<p>Dari Abdul Hamid bin Mahmud berkata : “Aku sholat bersama Anas bin Malik Radhiallahu anhu pada hari Jum&#8217;at, kamipun terdesak diantara tiang-tiang, maka kamipun maju atau mundur, lalu berkata Anas:<br />
(( كنا نتقي هذا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ))<br />
Artinya : &#8220;Kami dahulu menghindari (tiang) ini di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.&#8221;</p>
<p>Takhrij Hadits<br />
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1/229), Abu Dawud (673), An-Nasaai (2/821) dan dalam Al-Kubra (1/895), Ibnu Hibban (5/2218), Al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/793), Dhiyaa&#8217; dalam Al-Mukhtarah (6/2287, 2288), Al-Baihaqi (1/673), (3/104), Abdurrazzaq dalam Mushannaf-nya (2/2489), Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya (2/7498), seluruhnya dari jalan Sufyan Ats-Tsauri dari Yahya bin Hani&#8217; bin Urwah Al-Muradi dari Abdul Hamid bin Mahmud. Dan lafadz di atas berdasarkan riwayat Abu Dawud, Al-Baihaqi, dan Dhiya&#8217;.<span id="more-116"></span></p>
<p>Pada lafadz yang lain, Abdul Hamid berkata:<br />
Adalah aku bersama Anas bin Malik akan menegakkan sholat, lalu mereka mendesak kami diantara dua tiang, maka Anas pun mundur.setelah kami sholat beliau berkata : &#8220;Sesungguhnya kami dahulu menghindari ini di zaman Rasulullah shllallahu alaihi wasallam&#8221;. Lafadz ini berdasarkan riwayat Al-Baihaqi, Al-Hakim, Abdurrazzaq, dan Dhiya&#8217; dalam satu riwayatnya.</p>
<p>Pada lafadz lainnya Abdul Hamid menyebutkan:<br />
Kami sholat di belakang salah seorang penguasa, maka keadaan berdesakan, maka kamipun sholat diantara dua tiang. Setelah kami sholat, berkata Anas bin Malik:<br />
&#8220;Sesungguhnya kami dahulu menghindari ini di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam&#8221;.</p>
<p>Kedudukan Hadits<br />
Hadits ini adalah hadits yang SHAHIH, para perawinya adalah perawi yang tsiqah (terpercaya). Abdul Hamid bin Mahmud Al-Bashri, adapula yang mengatakan Kufi telah ditsiqahkan oleh Ad-Daruquthni, An-Nasaai, dan Ibnu Hibban. Apa yang disebutkan oleh Abdul Haq dalam kitabnya &#8216;Al-Ahkam&#8221; bahwa beliau seorang yang tidak bisa dijadikan hujjah, adalah pendapat yang tertolak.Oleh karena itu pendapat ini dibantah oleh Ibnul Qahthan dan berkata : &#8220;Aku tidak melihat seorangpun menyebutkannya dalam daftar para perawi yang lemah&#8221;.<br />
Dan hadits ini telah dishohihkan oleh banyak dari kalangan para ulama, diantaranya:<br />
At-Tirmidzi, berkata: “Hadits ini hadits Hasan Shahih.” Juga dishahihkan oleh Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath, dan Al-Allamah Albani dalam Shahih Abi Dawud (673).</p>
<p>Hadits Kedua : Hadits Qurrah bin Iyyas radhiallahu anhu</p>
<p>Dari Qurrah bin Iyyas Radhiallahu anhu berkata:<br />
(( كنا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نطرد طردا أن نقوم بين السواري في الصلاة ))<br />
Artinya: &#8220;Adalah kami di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam diusir sejauh-jauhnya untuk berdiri diantara tiang-tiang (masjid) dalam sholat&#8221;.</p>
<p>Takhrij Hadits<br />
Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Majah (1002), Abu Dawud At-Thoyalisi dalam &#8220;Al-Musnad&#8221; (1073), Ibnu Khuzaimah (1567), Al-Hakim (1/794), Ibnu Hibban (5/2219), Al-Baihaqi (3/104), At-Thabrani (19/39), Al-Bazzar dalam Musnad-nya (8/249/3312), seluruhnya dari jalan Harun Abu Muslim dari Qatadah dari Muawiyah bin Qurrah dari ayahnya Qurroh bin Iyyas radhiallahu anhu.<br />
Berkata Al-Bazzar: Hadits ini kami tidak mengetahui yang meriwayatkan dari Qotadah kecuali Harun Abu Muslim.</p>
<p>Kedudukan Hadits<br />
Dalam sanad ini terdapat seorang perawi bernama Harun bin Muslim, Abu Muslim Al-Bashri. Abu Hatim Ar-Razi berkata bahwa dia majhul (tidak dikenal). Namun telah dikuatkan dengan riwayat sebelumnya yaitu hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu, sehingga hadits ini adalah hadits yang shahih.Telah dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim.Dan Al-Allamah Al-Albani dalam Silsilah as-Shahihah: (1/335).</p>
<p>Hadits Ketiga : Hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma</p>
<p>Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:<br />
(( عليكم بالصف الأول, وعليكم بالميمنة, وإياكم والصف بين السواري ))<br />
&#8220;Hendaklah kalian berada di shaf yang pertama dan carilah shaf sebelah kanan, dan jauhilah shaf yang ada diantara tiang-tiang&#8221;.</p>
<p>Takhrij Hadits:<br />
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam al-Kabir (11/12004) dan dalam Al-Awsath (9/9293), dari jalan Ismail bin Muslim al-Makki dari Abu Yazid Al-Madini dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.</p>
<p>Kedudukan hadits:<br />
Dalam sanad hadits ini terdapat seorang yang bernama Ismail bin Muslim Al-Makki, dia adalah seorang perawi yang dha&#8217;if, bahkan sebagian para ulama sangat melemahkannya. Oleh karenanya hadits ini dilemahkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ad-Dha&#8217;ifah (6/2895).<br />
b). Beberapa Atsar dari para Shahabat</p>
<p>Pertama: Atsar Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallahu anhu<br />
Dari Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallahu anhu bahwa beliau berkata:<br />
(( لا تصفوا بين السواري ))<br />
&#8220;Jangan kalian bershaf diantara tiang-tiang&#8221;</p>
<p>Takhrij Atsar<br />
Atsar ini dikeluarkan oleh Abdurrazzaq (2/2487, 2488), Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya (2/1750), At-Thabrani dalam Al-Kabir (9/9293, 9295), Bukhari dalam At-Tarikh Al-Kabir (8/2081), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (3/104), Ibnul Ja&#8217;ad dalam Al-Musnad (1964), seluruhnya dari jalan Abu Ishaq dari Ma&#8217;dikarib Al-Hamdani berkata : Aku mendengar Abdullah bin Mas&#8217;ud berkata (&#8220;Jangan kalian bershaf diantara tiang-tiang&#8221;) Al-Atsar.</p>
<p>Kedua: Atsar Abdullah bin Abbas<br />
Berkata Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma:<br />
((عليكم بميامن الصفوف وإياكم وما بين السواري وعليكم بالصف الأول ))<br />
&#8220;Hendaklah kalian mencari shaf bagian kanan, dan jauhilah shaf diantara tiang-tiang, dan carilah shaf yang pertama.&#8221;</p>
<p>Takhrij Atsar<br />
Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Mushannaf (2/2477), dari Ibnu Juraij berkata: berkata seseorang dari Ibnu Abbas.<br />
Dan diriwayatkan pula oleh Al-Fakihi dalam &#8220;Akhbar Makkah&#8221; (2/1227), dari jalan Ismail bin Muslim dari Abdul Karim bin Abil Mukhariq dari Sa&#8217;id bin Jubair berkata: berkata Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.</p>
<p>Ketiga: Atsar Anas bin Malik radhiallahu anhu.<br />
Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu:<br />
(( نهينا أن نصلي بين الأساطين ))<br />
&#8220;Kami dilarang shalat diantara tiang-tiang&#8221;</p>
<p>Takhrij Atsar<br />
Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Mushonnaf (2/7499): telah memberitakan kepada kami Husyaim bahwa dia berkata: Telah mengabari kami Khalid dari seseorang yang memberitakan padanya dari Anas radhiallahu anhu.</p>
<p>Keempat: Atsar Hudzaifah Radhiallahu anhu<br />
عن حذيفة رضي الله عنه أنه كره الصلاة بين الأساطين<br />
“Dari Hudzaifah Radhiallahu anhu bahwa beliau membenci sholat diantara tiang-tiang.”</p>
<p>Takhrij Atsar<br />
Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Mushonnaf (2/7501) : Telah memberitakan kami Fudhoil bin Iyyadh dari Hushain bin Hilal dari Hudzaifah radhiallahu anhu.</p>
<p>c). Pendapat para Ulama</p>
<p>Dalam hal menjelaskan tentang hukum sholat diantara dua tiang masjid, ada beberapa hal yang menjadi titik persamaan, dan ada pula yang menjadi titik perbedaan di kalangan para ulama. Adapun yang menjadi titik persamaan dan tidak diperselisihkan di kalangan mereka adalah sebagai berikut:<br />
1). Bolehnya sholat sendiri diantara dua tiang<br />
2). Bolehnya Imam sholat jama&#8217;ah berdiri diantara dua tiang mesjid<br />
3). Bolehnya sholat diantara dua tiang apabila jumlah jama&#8217;ah sedikit yang tidak melewati apa yang terdapat diantara dua tiang tersebut<br />
4). Bolehnya membuat shaf bagi para makmum diantara dua tiang apabila jumlah jama&#8217;ah terlalu banyak yang apabila mereka tidak sholat diantara dua tiang, akan menyebabkan mereka sholat diluar mesjid<br />
Adapun yang menjadi letak perselisihan adalah: para makmum membuat shaf diantara dua tiang dalam keadaan memungkinkan bagi mereka menghindarinya, dan tidak menyebabkan mereka sholat di luar masjid. Maka inilah yang akan saya jelaskan.</p>
<p>Ketahuilah –semoga Allah merahmati kita semua- bahwa telah terjadi perselisihan di kalangan para Ulama tentang hukum membuat shaf sholat jama&#8217;ah diantara tiang-tiang masjid menjadi dua pendapat :<br />
Pendapat pertama mengatakan : Tidak disukai (makruh). Ini adalah pendapat Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, Ibrohim bin Yazid An-Nakha&#8217;i, dan telah diriwayatkan dari beberapa Shahabat seperti yang telah kita sebutkan di atas. Dan pendapat ini banyak dikuatkan oleh para ahli Tahqiq seperti Asy-Syaukani, dan Al-Albani rahimahumullah Ta&#8217;ala.<br />
Pendapat kedua mengatakan:Boleh saja. Dan ini adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, dan Asy-Syafi&#8217;i, Ibnul Mundzir dan diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Ibrahim At-Taimi, Sa&#8217;id bin Jubair, Suwaid bin Ghaflah dan pendapat orang-orang Kufah.</p>
<p>Hujjah masing-masing kedua pendapat<br />
Alasan pendapat pertama:<br />
a) Dalil-dalil yang shahih yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , yang telah kami sebutkan di atas<br />
b).Beberapa perkataan (atsar) para Shahabat yang telah kita sebutkan pula dan tidak ada dari kalangan Shahabat yang lain menyelisihi pendapat tersebut.</p>
<p>Alasan pendapat kedua:<br />
Pendapat ini berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (474) dan Muslim (2358) dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masuk ke dalam Ka&#8217;bah bersama Usamah bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah lalu merekapun menutupnya.Tatkala mereka membukanya, aku orang yang pertama memasukinya.Lalu aku bertemu Bilal, maka aku bertanya kepadanya: “Apakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat didalamnya?”, beliau menjawab : “Iya, diantara dua tiang depan.&#8221;<br />
Dalam riwayat yang lain : &#8220;Beliau jadikan satu tiang sebelah kanannya, dan satu tiang sebelah kirinya.&#8221;<br />
Kata mereka : Ini menunjukkan boleh shalat diantara dua tiang secara mutlak tanpa membedakan antara shalat sendiri ataupun sholat jama&#8217;ah.</p>
<p>Bantahan terhadap pendapat yang kedua<br />
Tidak ada hujjah bagi pendapat kedua dari hadits tersebut, sebab hadits ini hanyalah menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sholat diantara dua tiang dalam keadaan sendiri, dan bukan sholat jama&#8217;ah, sehingga berhujjah dengan hadits ini dalam permasalahan yang diperselisihkan bukanlah pada tempatnya.berkata Asy-Syaukani rahimahullah Ta&#8217;ala: &#8220;Larangan tersebut khusus berkenaan tentang sholatnya para makmum di antara tiang-tiang, bukan sholatnya Imam ataukah sholat sendiri. Dan inilah yang terbaik untuk dikatakan, dan apa yang terdahulu dalam mengkiaskan para makmum dengan (sholatnya) Imam dan (sholat) sendiri adalah qiyas yang rusak, karena bertentangan dengan hadits-hadits bab ini (tersebut diatas).&#8221; (Nailul Authaar, Asy-Syaukani:3/187).</p>
<p>Maka, kuatlah pendapat pertama yang mengatakan makruhnya membuat shaf bagi para makmum di antara tiang-tiang masjid. Bahkan AsySyaukani rahimahullah menyatakan bahwa dzahir dari hadits tersebut menunjukkan HARAMNYA. (Nailul Authar:3/186).</p>
<p>Hikmah larangan membuat shaf di antara tiang-tiang<br />
Telah disebutkan oleh para ulama, diantaranya Ibnul Arabi, Al-Baihaqi, Imam Ahmad, dan sebagian dari kalangan Hanabilah seperti Ibnu Muflih, Al-Mardawi, Ibnu Qudamah, dan yang lainnya bahwa hikmah dilarangnya membuat shaf diantara tiang-tiang masjid adalah disebabkan karena hal tersebut menyebabkan terputusnya shaf shalat. Sedangkan merupakan suatu hal yang dituntut dalam barisan sholat adalah rapat, dan tidak terputus. Maka apabila shaf tersebut diputus oleh tiang-tiang masjid, maka menyebabkan hilangnya salah satu tujuan bershaf yaitu merapatkannya, sehingga menyatukan jasad kaum muslimin antara satu yang lainnya yang mengantarkan kepada menyatunya pula hati-hati mereka.</p>
<p>Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:<br />
ــ أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوف الملائكة و حاذوا بين المناكب و سدوا الخلل و لينوا بأيدي إخوانكم و لا تذروا فرجات للشيطان و من وصل صفا وصله الله و من قطع صفا قطعه الله عز و جل .<br />
&#8220;Luruskanlah shaf-shaf kalian, sesungguhnya kalian bershaf seperti shaf-shaf-nya para malaikat, dan sejajarkanlah diantara pundak-pundak kalian.tutuplah yang kosong, lembutlah pada tangan saudara kalian dan jangan kalian biarkan adanya lubang-lubang syaithan.Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya), dan barangsiapa yang memutus shaf, maka Allah akan memutusnya (menjauhkan dari rahmat-Nya).&#8221;<br />
(HR.Ahmad, Abu Dawud, Thabrani, dari hadits Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. Dishahihkan Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami&#8217;, no:1187).</p>
<p>Abu Dawud berkata : “Aku telah bertanya kepada Imam Ahmad tentang shalat diantara tiang-tiang”, maka beliau menjawab : “Sesungguhnya hal itu dibenci sebab membuat shaf terputus. Maka apabila berjauhan diantara kedua tiangnya maka aku berharap (tidak mengapa).”<br />
Oleh karena sebab terputusnya shaf sholat tersebut, maka termasuk pelanggaran yang terdapat di sebagian masjid, terdapatnya mimbar yang terlalu panjang yang menyebabkan terputusnya shaf pertama. Sehingga pelanggaran dengan sebab mimbar tersebut dari dua perkara:<br />
Pertama: Menyelisihi mimbar Nabi shallallahu alaihi wasallam yang hanya terdiri dari tiga anak tangga<br />
Kedua: Menyebabkan terputusnya shaf sholat<br />
(lihat kitab: Ats-Tsamar Al-Mustathab:1/413)</p>
<p>Semoga Allah memberikan hidayah kepada kaum muslimin untuk beramal dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan menyatukan mereka di atasnya.Amin.</p>
<p>Ditulis oleh : Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi</p>
<p>Daftar rujukan:<br />
1). Shahih Bukhari<br />
2). Shahih Muslim<br />
3). Jami&#8217; Tirmidzi<br />
4). Sunan Abi Dawud<br />
5). Sunan An-Nasaai<br />
6). Sunan Ibnu Majah<br />
7). Al-Ihsan litartib Shahih Ibnu Hibban<br />
8). Mustadrak Al-Hakim<br />
9). Sunan Kubra, Al-Baihaqi<br />
10). Sunan Kubra, An-Nasaai<br />
11). Al-Mukhtarah, Dhiyaa&#8217;<br />
12). Mushannaf Abdurrazzaq<br />
13). Mushannaf Ibnu Abi Syaibah<br />
14). Shahih Ibnu Khuzaimah<br />
15). Musnad Abi Dawud At-Thayalisi<br />
16). Mu&#8217;jam Kabir, At-Thabrani<br />
17). Musnad Al-Bazzar<br />
18). Mu&#8217;jam Ausath, At-Thabrani<br />
19). Tarikh Kabir, Imam Bukhari<br />
20). Akhbar Makkah, al-Fakihi<br />
21). Musnad Ibnul Ja&#8217;ad<br />
22). Tahdzib At-Tahdzib, Ibnu Hajar Al-Asqalani<br />
23). Taqrib Attahdzib, Ibnu Hajar<br />
24). Nailul Authar, Asy-Syaukani<br />
25). Al-Mughni, Ibnu Qudamah<br />
26). Al-Mubdi&#8217;, Ibnu Muflih<br />
27). Al-Inshaf, Al-Mardawi<br />
28). Ats-Tsamar al-Mustathab, Al-Albani<br />
29). Asyarhul Mumti&#8217;, Ibnu Utsaimin<br />
30). Silsilah As-shohihah, Al-Albani<br />
31). Silsilah Ad-Dho&#8217;ifah, Al-Albani<br />
32). Shahih Al-Jami&#8217;, Al-Albani<br />
33). Shahih Abi Dawud, Al-Albani</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=983" target="_self">http://www.salafy.or.id/</a></p>
<br />Posted in Ilmu-Ilmu, Islam Tagged: salaf, shaf sholat, shaf terpisah, sholat terpisah tiang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=116&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/12/01/hukum-shaf-yang-terpisah-dengan-tiang-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Larangan Mengadakan Perlombaan Kecuali Perlombaan Yang Dibolehkan Dalam Syariat</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/30/larangan-mengadakan-perlombaan-kecuali-perlombaan-yang-dibolehkan-dalam-syariat/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/30/larangan-mengadakan-perlombaan-kecuali-perlombaan-yang-dibolehkan-dalam-syariat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 23:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pustaka Imam Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Salim Bin 'Ied-Al-Hilali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: &#8220;Tidak ada perlombaan kecuali lomba pacuan unta atau pacuan kuda dan lomba memanah.&#8221;[1] Kandungan Bab: Asy-Syaukani berkata dalam Bailul Authaar (VIII/239): &#8220;Hadits ini merupakan dalil disyari&#8217;atkannya perlombaan, bahwasanya hal itu bukanlah permainan sia-sia, namun termasuk olah raga yang terpuji dan dapat mendatangkan apa yang diinginkan dalam peperangan (yaitu ketangkasan) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=109&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:</p>
<p style="padding-left:30px;">&#8220;Tidak ada perlombaan kecuali lomba pacuan unta atau pacuan kuda dan lomba memanah.&#8221;[1]<span id="more-109"></span></p>
<p><strong>Kandungan Bab</strong>:</p>
<ol>
<li>Asy-Syaukani berkata dalam <em>Bailul Authaar</em> (VIII/239): &#8220;Hadits ini merupakan dalil disyari&#8217;atkannya perlombaan, bahwasanya hal itu bukanlah permainan sia-sia, namun termasuk olah raga yang terpuji dan dapat mendatangkan apa yang diinginkan dalam peperangan (yaitu ketangkasan) dan dapat dimanfaatkan pada saat dibutuhkan. Hukumnya tidak keluar dari <em>istihbab</em> (dianjurkan) atau <em>mubah</em> (dibolehkan), tergantung motivasi melakukannya.&#8221;</li>
<li>Hadits di atas membatasi perlombaan yang dibolehkan pada tiga perkara, yaitu lomba pacuan kuda dan lomba memanah. Sengaja saya buat judul dalam bentuk larangan meskipun redaksi yang disebutkan dalam hadits adalah penafian, karena dalam sebagian riwayat disebutkan dengan lafazh: &#8220;Tidak halah perlombaan&#8230;.&#8221;[2]</li>
<li>Para ulama berselisih pendapat tentang jenis perlombaan selain itu. Namun, yang benar adalah lomba lari termasuk di dalamnya. Berdasarkan hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajak &#8216;Aisyah berlomba lari. Pertama kali Rasulullah berhasil mengalahkannya dan pada kali yang kedua &#8220;Aisyah berhasil mengalahkan beliau. Itulah pendapat yang dipilih oleh ath-Thahawi dalam <em>Musykilul Aatsaar</em>. Asy-Syaukani berkata dalam <em>Nailul Authaar </em>(VIII/256): &#8220;Hadits ini merupakan dalil disyari&#8217;atkannya berlomba lari.&#8221;</li>
<li>Sebagian pemalsu hadits mencantumkan tambahan dalam hadits: &#8220;lomba burung&#8221; hanya untuk memuaskan keinginan sebagian penguasa. Tambahan itu merupakan kedustaan atas nama Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama hadits.</li>
<li>Termasuk <em>fiqh nawaazil</em> (fiqh kontemporer) adalah perlombaan yang menjamur sekarang ini dengan sebutan balap mobil antar negara atau lebih populer dengan sebutan rally. Ini termasuk perlombaan yang diharamkan. Karena mobil bukanlah alat perang dan tidak menguatkan fisik pengemudinya sebagaimana yang diperoleh dari olah raga berkuda memanah atau olah raga lainnya. Dan juga balap mobil termasuk permainan bathil yang mengundang bahaya karena penuh spekulasi dan bahaya, dapat menyebabkan kematian pengemudinya atau cedera berat. Ditambah lagi hal itu termasuk perbuatan membuang-buang waktu.Dr. Yasin Daradikah mengatakan dalam bukunya berjudul: <em>Nazhariyatul Gharar fii asy-Syarii&#8217;ah al-Islamiyyah </em>(II/248): &#8220;Menurutku, perlombaan itu hanyalah disyari&#8217;atkan sebagai persiapan untuk perang, yaitu untuk menundukan musuh. Kedua, perlombaan yang dimaksudkan adalah yang dilakukan dengan ketangkasan pengendara bukan karena kehebatan mobil. Karena dalam perlombaan disyaratkan mobil yang ikut balapan harus dari jenis yang sama. Dan setiap olah raga yang bukan untuk persiapan perang, maka tidak boleh dilombakan.&#8221;</li>
<li><em>As-Sabaq</em>, dengan mem<em>fathah</em>kan huruf <em>siin </em>dan <em>baa&#8217;</em> adalah hadiah yang disediakan untuk peserta lomba.<br />
Al-Baghawi berkata dalam <em>Syarhus Sunnah</em> (X/394): &#8220;Hadits ini merupakan dalil bolehnya menyediakan hadiah untuk para peserta lomba memanah, lomba pacuan kuda dan unta. Begitulah pendapat sejumlah ahli ilmu, mereka membolehkan pemberian hadiah untuk para peserta lomba memanah dan pacuan kuda, karena termasuk persiapan memerangi musuh. Dan iming-iming hadiah bagi para peserta tentu akan memacu semangat berjihad.&#8221;</li>
<li>Sebagian ahli ilmu mensyaratkan keharusan adanya <em>muhallil </em>(sponsor/promotor) antara peserta lomba. Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah telah menjelaskan kekeliruan persyaratan tersebut dengan perincian yang sangat bagus dalam buku beliau yang berjudul <em>al-Faruusiyah</em>, silahkan lihat sendiri karena sangat berguna.</li>
<li>Termasuk perlombaan yang menjadi alat menghancurkan ummat ini adalah turnamen-turnamen olah raga, seperti turnamen sepak bola dan lainnya. Sehingga menjadi permainan yang melalaikan ummat. Terlebih lagi yang menjadi pelakunya adalah para pemuda. Terbuang percumalah waktu mereka, terkuras sia-sialah harta mereka, menjadikan mereka berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan dan melalaikan mereka dari masalah yang pokok.</li>
</ol>
<p>Semua itu merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh zionisme internasional. Jika belum percaya, maka silahkan baca <em>&#8216;Protokolat Pemuka Yahudi,&#8217;</em> dalam protokoler nomor 13 disebutkan: &#8220;Supaya ummat manusia tetap dalam kesesatan, tidak tahu apa yang telah terjadi di belakangnya dan apa yang akan terjadi di hadapannya, tidak tahu rencana yang ditujukan terhadapnya. Kami akan memalingkan pikiran mereka dengan membuat acara-acara hiburan dan entertainment, permainan yang mengasyikkan, berbagai macam jenis olah raga dan permainan yang memancing syahwat dan kelezatan mereka, memperbanyak gedung-gedung yang indah dan bangunan-bangunan penuh hiasan, kemudian kami buat surat kabar dan media massa mereka mengajak kepada lomba-lomba seni dan turnamen olah raga.&#8221;</p>
<p>[1] Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (2574), at-Tirmidzi (1700), an-Nasa-i (VI/226 dan 227), Ibnu Majah (2878), Ahmad (IV/424-425 dan 474), al-baghawi (2635), Ibnu Hibban (4690), ath-Thahawi dalam <em>Musykilul Aatsaar</em> (1883-1892), al-Baihaqi (X/16) melalui beberapa jalur dari Abu Hurairah.</p>
<p>Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Ibnul Qaththan, Ibnu Daqiiq al-&#8217;Ied dan lainnya.</p>
<p>[2] Hadits hasan, diriwayatkan oleh an-Nasa-i (VI/227) dan ath-Thahawi dalam <em>Musykilul Aatsaar</em> (885). Sanadnya hasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah karya Syaikh Salom Bin &#8216;Ied-Al-Hilali, Penerbit Pustaka Imam Syafi&#8217;i</p>
<br />Posted in Ilmu-Ilmu, Islam, Sebuah Renungan Tagged: Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, hukum, Larangan, Pustaka Imam Syafi'i, Syaikh Salim Bin 'Ied-Al-Hilali <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=109&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/30/larangan-mengadakan-perlombaan-kecuali-perlombaan-yang-dibolehkan-dalam-syariat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seribu Topeng</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/29/seribu-topeng/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/29/seribu-topeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran Logis Si Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Topeng Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya. Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=101&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.<span id="more-101"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya. Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong.. Jangan!</p>
<p style="text-align:justify;">Penampilan luar saya kelihatan halus, tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah saya yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktentraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi saya sembunyikan di diri saya. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya. Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu saya bepura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina. Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, saya tak berani, saya takut.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya takut pada pandangan kamu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Saya takut kamu memperkecilkan saya. Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya. Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya. Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu di luar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.<br />
Saya sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya. Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena kamu benar-benar memperhatikan diri saya, hati saya mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, saya dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan di situlah harapan saya. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena di dalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan saya adalah seorang kanak-kanak.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa saya? Kamu mungkin heran, saya adalah orang yang betul-betul kamu kenal. Saya adalah setiap laki-laki, setiap wanita, setiap kanak-kanak, setiap yang kamu temui.*** artikel dari seorang sahabat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,69889.0.html" target="_blank">http://myquran.org/forum/index.php/topic,69889.0.html</a></p>
<br />Posted in Pemikiran Logis Si Anak Ayam, Sebuah Renungan Tagged: Karakter Ganda, Topeng Kehidupan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=101&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/29/seribu-topeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencuri Sedikit Itu Tidak Salah</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/28/mencuri-sedikit-itu-tidak-salah/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/28/mencuri-sedikit-itu-tidak-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Logis Si Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri Semangka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak sekali media massa yang memberitakan mengenai pencurian barang yang dinilai tidak terlalu berharga. Seperti kasus pencurian kapuk ataupun semangka. Mereka sama-sama dihukum penjara untuk kasus pencurian yang tidak seberapa. Rakyat pun ramai-ramai menghardik aparat penegak hukum yang dinilai tidak punya nurani. Namun apakah memang hal ini tidak adil? Mari kita kembali lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=94&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini banyak sekali media massa yang memberitakan mengenai pencurian barang yang dinilai tidak terlalu berharga. Seperti kasus pencurian kapuk ataupun semangka. Mereka sama-sama dihukum penjara untuk kasus pencurian yang tidak seberapa<span id="more-94"></span>. Rakyat pun ramai-ramai menghardik aparat penegak hukum yang dinilai tidak punya nurani. Namun apakah memang hal ini tidak adil? Mari kita kembali lagi ke hukum dari mencuri. Dalam ruang lingkup kenegaraan mencuri adalah suatu tindakan kriminalitas yang merugikan pihak yang dicuri. Pencuri pun harus dihukum dengan tidak main hakim sendiri. Jika dilihat dari sudut agama mencuri pun termasuk hal yang buruk. Islam sendiri mengharamkan tindakan mencuri. Bahkan Rasulullah mengatakan jika saja anaknya mencuri. Beliau akan memotong tangannya tanpa kecuali. Hal ini berarti hukum mencuri berlaku bagi seluruh pihak. Mungkin pembaca sudah mengerti kearah mana tulisan ini akan dibawa. Mencuri apapun bentuknya adalah sebuah tindakan berdosa yang harus dihukum. Walau hanya mencuri sedikit sebuah semangka sudah sepantasnya ia mendapat hukuman. Jika hal seperti itu tidak dilakukan akan banyak muncul pencuri-pencuri kecil-kecilan yang berlindung dibalik dalih bahwa mencuri itu boleh asal sedikit. Ini sangat bertentangan dengan norma sosial yang telah terbangun. Jadi pencuri, apapun jenis dan ukurannya haruslah mendapat hukuman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mungkin hal yang menjadi sorotan adalah ketika vonis yang diberikan melampaui batas. Rakyat menganggap vonis keterlaluan. Koruptor saja dihukum 4 tahun. Mengapa pencuri semangka divonis 5 tahun? Inilah sebuah hukum yang tidak berjalan dengan baik. Ketika seorang terdakwa tidak sanggup mengajukan banding karena keterbatasan biaya serta pengetahuan. Ia menjadi korban cacatnya hukum di Indonesia. Menurut anak ayam hal yang perlu dilakukan bukannya mengurangi atau membebaskan begitu saja si pencuri semangka. Bukan bermaksud memusuhi keluarga terdakwa, namun tegaknya hukum perlu dijaga. Seperti yang anak ayam telah sebutkan tadi, siapapun yang mencuri apapun harus mendapat hukuman. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan efek jera sehingga tak ada lagi kasus pencurian sekecil apapun. Jika yang kecil saja tidak ada apalagi pencurian uang negara dalam skala besar. Solusinya adalah memperberat hukuman bagi pencuri kelas kakap. Bila perlu potong tangannya sekalian. <em>Biar </em>jera mereka. Koruptor maupun pencuri apapun yang dalam skala besar dan teroganisir harus diakhiri masa kejayaannya. Bukan hanya masa kejayaannya saja. Namun juga masa eksisnya di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam situasi dan hal apapun. Hukum harus selalu ditegakkan.</p>
<br />Posted in Ilmu-Ilmu, Pemikiran Logis Si Anak Ayam Tagged: hukum, Koruptor, Pencuri Semangka <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=94&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/28/mencuri-sedikit-itu-tidak-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kritik Dianggap Pelecehan</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/ketika-kritik-dianggap-pelecehan/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/ketika-kritik-dianggap-pelecehan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran Logis Si Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar 14]]></category>
		<category><![CDATA[HUT PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 14 Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian beberapa hari yang lalu saat HUT PGRI ke-64. Mungkin teman-teman dari SMA 14 mengetahui kejadian ini. Bukan bermaksud menyudutkan ataupun menjelek-jelekkan satu pihak. Namun ingin saling mengingatkan dalam kebaikan serta kesabaran serta sebagai introspeksi pribadi. Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa dilecehkan dengan tulisan ini. Sekalagi ini hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=86&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address>Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian beberapa hari yang lalu saat HUT PGRI ke-64. Mungkin teman-teman dari SMA 14 mengetahui kejadian ini. Bukan bermaksud menyudutkan ataupun menjelek-jelekkan satu pihak. Namun ingin saling mengingatkan dalam kebaikan serta kesabaran serta sebagai introspeksi pribadi. Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa dilecehkan dengan tulisan ini. Sekalagi ini hanya opini pribadi. Tidak bermaksud membakar api permusuhan di SMAN 14 tercinta.<span id="more-86"></span></address>
<address></address>
<p style="text-align:justify;">Kejadian ini berawal pada tanggal 25 November ketika hari guru berlangsung. Ekskul Theater EmpatBelas mementaskan sebuah parodi tentang guru-guru di 14. Salah satu adegan diparodi tersebut membuat salah seorang guru tersinggung. Mungkin marah lebih tepatnya. Mengenai kejadiannya secara detil biarlah menjadi arsip siswa 14. Namun yang menjadi permasalahan adalah kelanjutan dari sikap sang guru. Sepertinya beliau sangat marah sehingga bersikap berlebihan. Mungkin sikap marahnya masih bisa diterima. Namun yang mengesalkan (saya tidak punya kata yang lebih baik lagi sepertinya) adalah guru tersebut seperti tidak mau menerima kritik yang tersirat dalam parodi tersebut. Beliau menganggap parodi tersebut semata-mata ingin menghancurkan nama beliau. Padahal dari yang saya amati parodi tersebut memang sesuai kenyataan yang terjadi. Teman-teman yang lain pun mengatakan hal senada. Namun, sekali lagi beliau menganggap ini adalah bentul pelecehan terhadap dirinya. Dia menganggap dirinya dipermalukan dimuka umum. Hal ini membuatnya kehilangan daya mengajar sesuai pengamatan saya. Dikelas dia jadi membahas masalah tersebut. Seolah dialah orang paling suci di sekolah. Maaf jika kata-kata tersebut terlalu menyakitkan. Namun inilah kenyataan. Yang saya amati memang seperti itu. Beliau mengatakan mungkin ini teguran. Namun beliau mengatakan lagi semoga yang melakukan juga mendapat teguran. Jadi siapa yang salah dalam hal ini? Sang guru yang merasa dipermalukan atau murid yang mencoba merealisasikan pandangannya? Seorang guru seharusnya mempunyai pandangan yang luas. Marah ataupun <em>ngambek </em>bukanlah solusi yang tepat. Mungkin jika sang guru mampu berlaku lebih arif dalam hal ini yaitu menasihati anak-anak yang masih perlu dibimbing dengan nada santun. Murid tentunya akan lebih hormat kepada beliau. Sejak kejadian itu banyak yang mengaku kehilangan respectnya terhadap guru tersebut. Padahal beliau adalah salah satu guru idolah di SMA 14. Mudah-mudahan hal ini tidak mematikan demokrasi di SMAN 14 tercinta. Sekali lagi maaf jika tulisan ini memancing kontroversi yang sangat. Hanya sebatas opini pribadi. Hanya ingin saling mengingatkan. Secara khusus saya mohon maaf kepada guru yang bersangkutan. Mohon dibukakan pintu maaf jikalau tulisan ini memang sangat membuat hati beliau panas. Sekali lagi tulisan ini saya dedikasikan untuk mengamalkan Al-Qur&#8217;an Surat Al-Ashr. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran. Semoga Allah terus menunjukkan kepada kita bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah.</p>
<br />Posted in Pemikiran Logis Si Anak Ayam, Seputar 14 Tagged: HUT PGRI, SMAN 14 Jakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=86&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/ketika-kritik-dianggap-pelecehan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Raya Berkumpul di Hari Jum&#8217;at</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-di-hari-jumat/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-di-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[rukhsah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun ini, insya Allah hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jumat tanggal 27 November 2009. Artinya, pada hari Jumat akan ada dua shalat Idul Adha dan shalat Jumat. Penyebutan hari Jumat sebagai hari raya mungkin bagi sebagian orang masih terasa aneh. Namun jika dilihat konteks historis dan nash-nash yang ada, jelas terlihat bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=82&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada tahun ini, insya Allah hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jumat tanggal 27 November 2009. Artinya, pada hari Jumat akan ada dua shalat Idul Adha dan shalat Jumat. Penyebutan hari Jumat sebagai hari raya mungkin bagi sebagian orang masih terasa aneh.<span id="more-82"></span></p>
<p>Namun jika dilihat konteks historis dan nash-nash yang ada, jelas terlihat bahwa hari Jum’at sebagai sayyid al-ayyam (penghulu hari) adalah hari berkumpulnya umat Islam. Berkumpul untuk bersilaturrahim, saling berbagi makanan, sadaqah, dan hadiah, sesungguhnya adaah inti dari hari raya.</p>
<p>Dengan demikian tidaklah salah jika disebutkan bahwa hari Jumat adalah hari raya dan untuk itu kita harus melaksanakan shalat ‘Id. Untuk lebih jelasnya bahwa Jum’at adalah hari raya dapat dilihat di dalam kitab Sunan Ibn Majah pada hadis nomor 1310. Diriwayatkan oleh Iyas bin Abi Ramlah al-Syamyberkata, “Aku mendengar Mu’awwiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam.”</p>
<p>Apakah Anda mengalami dua hari raya (Id dan Jumat) dalam satu hari bersama Rasulullah?. Zaid menjawab, “Ya, saya pernah mengalami hal itu.” Mu’awwiyah kembali bertanya, “ Lalu apa yang dilakukan Rasulullah ?” Zaid Menjawab, “Beliau melaksanakan shalat ‘Id dan memberikan rukhsah (dispensasi) tentang shalat Jumat. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat silakan melaksanakannya.”</p>
<p>Melalui hadis di atas tampak bahwa hari Jumat dipahami sebagai hari raya umat Islam. Di beberapa sekolah tradisional Islam sejak dahulu bahkan ada yang sampai sekarang meliburkan santrinya pada hari Jumat. Bagi mereka, hari Jumat adalah hari libur dan bukan hari minggu. Hari Minggu tetap digunakan untuk segala aktivitas belajar dan mengajar.</p>
<p>Beberapa riwayat disamping Al-Quran sendiri yang memuat surah Al-Jumu’ah, telah menjelaskan keutamaan hari Jumat. Syekh Mutawalli Sya’rawi di dalam bukunya, Anta Tas’al wa Al-Islamu Yujibu, menuliskan tentang lima kebaikan hari Jumat. Menurutnya ketika Rasul ditanya tentang kebaikan hari Jumat, Rasul menjawab, ada lima hal.</p>
<p>Pertama, pada hari Jumat Adam diciptakan oleh Allah. Kedua, Adam diturunkan ke bumi. Ketiga, Jum’at adalah hari wafatnya Nabi Adam. Keempat,  pada Jumat doa hamba Allah dikabulkan selama doa tidak mengarah kepada dosa atau memutus tali kekeluargaan. Kelima, pada hari itu juga kiamat datang.” Para Malaikat, langit, bumi, gunung, batu, semuanya menyayangi hari Jumat. (HR. Ahmad).</p>
<p>Pada bagian lain, Syekh Mutawalli juga menuliskan hikmah diwajibkan shalat Jumat karena Allah menginginkan adanya pernyataan kesetiaan bersama yang dilangsungkan<br />
secara bersama dalam bentuk yang massif (missal), sehingga muncul rasa persaudaraan, saling menguatkan, dan hilangnya sifat-sifat individualistis.</p>
<p>Pada gilirannya shalat Jumat adalah momentum konferensi umat Islam untuk menguatkan sendi-sendi kehidupan umat baik dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik terlebih dalam hal agama. Tentu saja sepanjang hari Jumat sebagai hari berkumpul itu dimanfaatkan semaksimal mungkin.</p>
<p>Berangkat dari penjelasan diatas, dapat dipahami mengapa Al-Quran sangat menekankan kewajiban shalat Jumat, sampai sampai kita diperintahkan untuk meninggalkan praktik jual beli dan aktivitas lainnya. Shalat Jumat apabila waktunya sudah masuk harus mendapatkan prioritas (yang paling utama) dari segala aktivitas apapun di muka bumi.</p>
<p>Setelah selesai shalat Jumat kita diperkenankan Allah untuk kembali mencari karunia (rizki) Allah di muka bumi yang luas ini. Persoalannya adalah bagaimana jika hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat? Apakah kita masih melaksanakan shalat Jumat setelah melaksanakan shalat ‘Id atau tidak ?</p>
<p>Hadis yang telah penulis kutip di atas menjelaskan tentang adanya keringanan (rukhsah) bagi umat Islam untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Tegasnya, jika pada hari Jumat “biasa”, shalat Jumat wajib, namun jika bertemu dengan hari raya, shalat Jumat tidak lagi diwajibkan (namun tetap wajib shalat Zuhur) sebagai dispensasi.</p>
<p>Di dalam hadis lain, ada diriwayatkan bahwa Rasul SAW melaksanakan shalat Idul Fitri kemudian memberi keringanan bagi umat Islam untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Seraya berkata, “Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat, silakan kerjakan.”(H.R.Bukhari,Muslim,At-Tirmizi, An-Nasai dan Abu Daud).</p>
<p>Pada riwayat yang lain dikatakan, Sesungguhnya Rasul bersabda, “Pada hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya (Id dan Jumat), maka siapa yang telah melaksanakan shalat ‘Id, maka shalat ‘Id itu mencukupinya untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Saya sendiri melaksanakan shalat Jumat. insya Allah.” (H.R. Abu Daud).</p>
<p>Berbeda dengan hadis-hadis diatas, pada hadis ini, Rasul menegaskan sikapnya. Kendati ada keringanan, tetapi Rasul tetap melaksanakan shalat Jumat.Dari sinilah,  para ulama mengatakan bahwa rukhsah tidak berlaku bagi para imam dan khatib. Bahkan Sayyid Sabiq ahli Fikih dari Arab Saudi yang menulis Fikih Sunnah menjadikan hadis tersebut sebagai dalil (dasar) untuk mengatakan bahwa para Imam (Khatib) tetap harus melaksanakan shalat Jum’at.</p>
<p>Sebabnya, jika tidak ada imam atau khatib, maka umat Islam yang ingin melaksanakan shalat Jum’at tentu tidak dapat melaksanakannya. Penjelasan di atas setidaknya memberikan dua perspektif yang berbeda. Pertama, jika berkumpul dua hari raya, maka diberi keringanan kepada kita untuk tidak melaksanakanshalatJumat.Kendatidemikian, kita tetap diwajibkan melaksanakan shalat zuhur.</p>
<p>Shalat ‘Id yang hukumnya sunnah tidak bisa menggantikan shalat yang wajib. Kita hanya diberi keringanan, boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh pula meninggalkannya.  Ada sebagian orang yang malah mengkhususkan keringanan ini hanya bagi orang yang tempat tinggalnya berjauhan dari masjid tempat terselenggaranya shalat Jumat.</p>
<p>Tentu saja pesannya di sini agar tidak menyusahkan sehingga ia tidak harus bolak-balik dari rumah ke masjid. Khalifah Usman bin Affan ketika di Madinah pernah berkata, Bagi Penduduk ‘Aliyah, (daerah pinggiranMadinah) yang ingin menunggu shalat  Jumat silahkan menunggu. Dan Siapa ingin pulang, silahkan pulang.” (Ya’kub: 144).</p>
<p>Kedua, bagi orang yang ingin tetap melaksanakan shalat Jumat diperbolehkan untuk tidak mengatakan sangat dianjurkan. Memang ada juga ulama yang menafikan rukhsah bagi orang yang tinggalnya berdekatan denganmasjid.Artinya,sebagaimana yang telah disebut di muka, keringana hanya untuk orang yang jauh.</p>
<p>Namun bagi saya, rukhsah tetap diberikan. Namun bagi yang ingin shalat Jumat maka ia akan mendapatkan ganjaran yang lebih dari orang yang tidak melaksanakannya. Di dalam kaidah fikih ada penjelasan, ma kastura fi’luhu kastura ajruhu, Siapa yang banyak amalnya tentu lebih banyak ganjarannya.</p>
<p>Oleh sebab itu, bagi orang-orang yang ingin mendapatkan pahala lebih banyak plus dengan silaturrahim yang terus berlanjut, maka shalat Jumat menjadi lebih baik. Lagi pula, jika kita tidak melakukan aktifitas yang penting pada hari Jum’at, bukankah shalat Jumat jauh lebih baik.</p>
<p>Bagi orang yang kebetulan pada hari Jumat ini melakukan perjalanan ke berbagai tempat, misalnya mengunjungi sanak famili, maka kepadanya diberikan alternatif, memilih apakah akan tetap melaksanakan shalat Jumat atau memanfaatkan rukhsah(keringanan) yangdiberikanAllah.</p>
<p>Semuanya tetap membawa maslahat karena sesungguhnya syariat Allah apapun bentuknya pasti mengandung kebaikankebaikan di dalamnya? Wallau a’lam bi alshawab.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Source</p>
<p>http://waspada.co.id/</p>
<br />Posted in Ilmu-Ilmu, Islam Tagged: Idul Adha, Idul Fitri, rukhsah jum'at, Sholat Jum'at <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=82&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-di-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari PGRI Hari Ini</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/26/hari-pgri-hari-ini/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/26/hari-pgri-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 17:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayam Nyeleneh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Logis Si Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar 14]]></category>
		<category><![CDATA[HUT PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 14 Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[25 Nopember 2009 Saatnya para guru merayakan hari bersatunya mereka. Yak, hari PGRI. Tepat jatuh pada Rabu, 25 Nopember 2009 yang merupakan hari jadinya yang ke-64. Bagaimana perayaannya di sekolah-sekolah? Saya sebagai siswa SMA 14 hanya bisa mengambil sudut pandang dari sekolah tercinta tersebut. Mungkin dimulai dengan pagi hari yang dihiasi dengan butiran air yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=73&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>25 Nopember 2009</p>
<p>Saatnya para guru merayakan hari bersatunya mereka. Yak, hari PGRI. Tepat jatuh pada Rabu, 25 Nopember 2009 yang merupakan hari jadinya yang ke-64. Bagaimana perayaannya di sekolah-sekolah?<span id="more-73"></span> Saya sebagai siswa SMA 14 hanya bisa mengambil sudut pandang dari sekolah tercinta tersebut. Mungkin dimulai dengan pagi hari yang dihiasi dengan butiran air yang turun dari langit. Pukul setengah enam pagi saya berangkat dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Bertamengkan mantel hujan saya siap menerjang hari menuju sekolah yang selalu dihati. Setelah sampai di sekolah sungguh malang nasib ini. Air hujan ternyata mampu melewati berbagai rintangan yang disajikan oleh mantel hujan. Mulai dari jaket bagian kiri basah hingga celana yang basah di tempat yang sungguh sangat tidak keren (sudah jelas sepertinya dimana). Ternyata sampai di sekolah hujan belum juga urung untuk meninggalkan singgasananya. Terjadilah penundaan waktu upacara. Saat hujan berhenti kami para siswa berkerja sama untuk membuat kering lapangan. Berbagai alat mulai dari serokan, sapu lidi, hingga pengki digunakan. Siswa-siswi yang tidak mau membantu hanya menontoni aksi heroik kami dari atas. Mungkin mereka berpikir bagaimana caranya membuat lapangan kering tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Ide-ide bermunculan. Mulai dari kipas angin konvensional hingga menggunakan hukum gravitasi. Yang pasti ide-ide itu hanyalah karangan belaka. Setelah bersih lapangan segera digunakan sebagai tempat upacara. Upacara kali ini yang bertugas adalah para guru. Sungguh membuat hati sedikit tergelitik melihat tingkah polah guru saat menjadi petugas. Upacara berjalan lancar dengan pastinya amanat dari pembina yang bukan lain kepala sekolah diacuhkan. Mungkin yang mereka tahu dari amanat tersebut hanya kata &#8216;Asalamualaikum&#8217; dan &#8216;Wasalamualaikum&#8217;. Dilanjutkan dengan parodi dari Ekskul Theater yang sangat memancing kontroversi. Parodi yang menyegarkan semua kecuali satu orang. Dan selanjutnya,  saya tidak terlalu memperhatikan. Karena tidak beberapa lama kelas saya, kelas XI IPA 3 mendapat panggilan untuk menghadiri sebuah perhelatan. Perhelatan tersebut ialah ulangan fisika.  Dengan tampang suram seluruh murid masuk ruangan. Soal dibagikan, keluh kesah berdatangan. Sungguh menit-menit yang menyiksa saat ulangan berlangsung. Saat murid lain mengapresiasikan kecintaannya pada guru kelas kami dan satu kelas lagi yaitu XIA4 menghadapi ulangan. Ulangan makin menyiksa saat apresiasi berlangsung. Sungguh, ini adalah apsi yang paling jayus yang pernah saya temui. Sangat mengagumkan kejayusannya. Membuat mata terlena. Hati gundah gulana. Sungguh berbeda. Setelah ulangan agenda berlanjut. Karena tidak dihampiri agenda lain pulanglah saya ke rumah. Jikalau saja hari PGRI kali ini tidak dibumbui ulangan fisika, mungkin akan lebih berkesan.</p>
<h1><span style="color:#800000;">SELAMAT HARI GURU KE-64</span></h1>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="PGRI" src="http://www.riauhariini.com/gfx/rubrik/Logo%20PGRI.jpg" alt="" width="150" height="150" /></p>
<br />Posted in Ayam Nyeleneh, Pemikiran Logis Si Anak Ayam, Seputar 14 Tagged: HUT PGRI, SMAN 14 Jakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=73&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/26/hari-pgri-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.riauhariini.com/gfx/rubrik/Logo%20PGRI.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PGRI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Sang Ikhwan</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/25/surat-sang-ikhwan/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/25/surat-sang-ikhwan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 15:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayam Nyeleneh]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Wanita suci, Mungkin aku memang tak romantis, karena kau tak mengenalku dan tak perlu mengenalku.. . Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun. Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersuci dan tertinggi. Bagiku kau salah satu manusia terindah, tersuci, dan tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan&#8230; . Wanita suci, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=61&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Wanita suci,<br />
Mungkin aku memang tak romantis, karena kau tak mengenalku dan tak perlu mengenalku.. .</p>
<p>Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun.</p>
<p>Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersuci dan tertinggi.<span id="more-61"></span></p>
<p>Bagiku kau salah satu manusia terindah, tersuci, dan tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan&#8230; .</p>
<p>Wanita suci,<br />
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku<br />
mengingatmu.</p>
<p>Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.</p>
<p>Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.</p>
<p>Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seseluruh jiwa, sesemangat mentari.</p>
<p>Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur, dirimu terlalu suci&#8230;</p>
<p>Wanita suci,<br />
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin tapi tak ada henti.</p>
<p>Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmupun tak berani kusentuh.</p>
<p>Jangan pernah kalah oleh mimpi dan inginku, karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan.</p>
<p>Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah,<br />
Tak lebih dari wanita biasa</p>
<p>Wanita suci,<br />
Jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku.</p>
<p>Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang manipulator.</p>
<p>Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutera emas.</p>
<p>Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur.</p>
<p>Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi. karena toh kau hanya manusia -hanya wanita- meskipun kau wanita suci</p>
<p>Wanita suci,<br />
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang sepenuh diri bawamu pada Allah.</p>
<p>Untuknya dirimu ada, kata otakku, terukir dalam kitab suci tak perlu pikir lagi.</p>
<p>Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad.</p>
<p>Wanita suci,<br />
Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas.</p>
<p>Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.</p>
<p>Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini.</p>
<p>Mungkin lelaki suci itu menantimu di istana kekalmu yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu&#8217;an ibadahmu</p>
<p>Wanita Suci,<br />
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah inginNya, tak ada yang lebih baik dari pilihanNya.</p>
<p>Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu.</p>
<p>Melainkan pada jalan yang kau pilih.</p>
<p>Seperti kisah Ummu Sulaim dimasa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan.</p>
<p>Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima putusan sang Kekasih tertinggi<br />
Kekasih tempat kita menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik<br />
hidup kita&#8230;</p>
<p>&#8220;Surat dari seorang Ikhwan Untuk Semua wanita suci di dunia,<br />
sebagai taushiah&#8221; Sumber: unknown</p>
<br />Posted in Ayam Nyeleneh, Islam, Sebuah Renungan Tagged: Puisi, Surat Ikhwan, Wanita Suci <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=61&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/25/surat-sang-ikhwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Tugas dan Akhirnya, Tugas</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/tugas-tugas-dan-akhirnya-tugas/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/tugas-tugas-dan-akhirnya-tugas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayam Nyeleneh]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar 14]]></category>
		<category><![CDATA[madesu]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas bau]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas busuk]]></category>
		<category><![CDATA[UAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi semester pertama akan berakhir. Tinggal menghitung hari menuju UAS. Seperti sudah tradisi, sebelum UAS semua guru berlomba-lomba memberikan tugas. Mungkin saja yang paling banyak memberi tugas akan mendapat bonus lebih. Sudahlah, mari singkirkan spekulasi bodoh itu. Tugas memang sangat menumpuk saat akhir semester. Seluruh tagihan sebelumnya berkumpul menjadi satu sebelum UAS. Bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=51&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebentar lagi semester pertama akan berakhir. Tinggal menghitung hari menuju UAS. Seperti sudah tradisi, sebelum UAS semua guru berlomba-lomba memberikan tugas.<span id="more-51"></span> Mungkin saja yang paling banyak memberi tugas akan mendapat bonus lebih. Sudahlah, mari singkirkan spekulasi bodoh itu. Tugas memang sangat menumpuk saat akhir semester. Seluruh tagihan sebelumnya berkumpul menjadi satu sebelum UAS. Bagi yang memiliki predikat remedial harus bekerja lebih mantap untuk menyelesaikan tugas tersebut. Memang tugas-tugas itu bagai sampah menumpuk dengan bau yang sangat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seperti si anak ayam ini. Tugas menumpuk mengacaukan pandangan. Membuat indra penciuman berhenti bekerja. Telingapun panas mendengar kata &#8216;tugas&#8217;. Jaringan pencernaanpun bekerja lebih keras. Saat mendengar nama tugas rasanya ingin segera meluncur ke toilet atau kini di 14 lebih populer dengan sebutan <span style="text-decoration:line-through;">&#8216;duh gw mau BR&#8217;</span>. Lanjut masalah tugas. Tugas saya ada banyak memang. Mulai dari seni yang langsung mules kalo denger namanya. Fisika yang langsung bisa terbang kalau diingat. Biologi yang segera menjadi ahli membuat pedang saat terbersit. PKn yang secara tiba-tiba memiliki kekuatan membasmi kuman. Sungguh tugas-tugas yang menyenangkan. Oke memang terlalu jauh majas hiperbolanya. Tapi inilah realita. Ketika tugas menumpuk akan membuat seorang anak bersikap berlebihan. Mengapa bisa begitu? Karena mental mereka tertekan oleh tugas-tugas yang seakan menduduki mereka sambil menari dengan riang gembiranya. Lalu para tugas itu melompat-lompat dengan binal kesegala arah. Tak kenal ampun lalu membantai otak si anak dan akhirnya membuat muka si anak sangat <em>madesu. </em>Lalu untuk apa tugas ini diberikan? Silahkan pikirkan sendiri. Karena saya terlalu malas untuk memikirkannya disebabkan tugas yang sudah membusuk</p>
<br />Posted in Ayam Nyeleneh, Seputar 14 Tagged: madesu, Tugas bau, Tugas busuk, UAS <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=51&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/tugas-tugas-dan-akhirnya-tugas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Larangan Menjadi Hamba Dinar dan Dirham</title>
		<link>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/larangan-menjadi-hamba-dinar-dan-dirham/</link>
		<comments>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/larangan-menjadi-hamba-dinar-dan-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iikindhie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Logis Si Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pustaka Imam Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Salim Bin 'Ied-Al-Hilali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iikindhie.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: &#8220;Rasulullah S.A.W bersabda: &#8220;Merugilah hamba dinar, hamba dirham dan hamba khamsihah (pakaian sutera), jika diberi ia senang, jika tidak diberi ia marah. Celaka dan merugilah ia[1]! Apabila tertusuk duri tidak akan tercabut duri itu darinya[2].&#8221;[3] Kandungan: Harta adalah fitnah (godaan dunia), apabila harta menguasai hati seorang hamba niscaya harta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=46&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: &#8220;Rasulullah S.A.W bersabda: &#8220;Merugilah hamba dinar, hamba dirham dan hamba <em>khamsihah</em> (pakaian sutera), jika diberi ia senang, jika tidak diberi ia marah. Celaka dan merugilah ia[1]! Apabila tertusuk duri tidak akan tercabut duri itu darinya[2].&#8221;[3]<span id="more-46"></span></p>
<p>Kandungan:</p>
<ol>
<li>Harta adalah fitnah (godaan dunia), apabila harta menguasai hati seorang hamba niscaya harta akan membelenggunya. Hingga ia menjadi hamba harta, tidak bergerak kecuali untuk mengejar harta dan tidak senang kecuali dengannya</li>
<li>Barangsiapa hatinya didominasi oleh harta, maka ia akan bakhil terhadap karunia yang telah Allah berikan kepadanya. Ia tidak akan menunaikan kewajiban yang telah Allah bebankan atasnya.</li>
<li>Haram hukumnya menjadikan harta sebagai prioritas utama, puncak usaha dan kesungguhan.</li>
</ol>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam kitab <em>al-Washiyyah ash-Shughraa</em> hal. 55-58. &#8220;Kemudian seyogyanya ia mengambil harta dengan murah hati agar dia memperoleh berkah darinya. Janganlah ia mengambilnya dengan ketamakan dan berkeluh kesah (kurang puas). Namun hendaklah kedudukan harta tersebut baginya seperti kamar kecil (wc) memang dibutuhkan tapi tidak mendapat tempat dalam hati. Usahanya merebut harta hendaklah seperti usahanya memperbaiki kamar kecil (wc). Dalam sebuah hadits marfu&#8217; yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan lainnya disebutkan: &#8216;Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai beraikan pekerjaannya dan akan memecah belah usahanya. Dan ia tidak akan memperoleh dunia kecuali sekedar yang telah ditetapkan untuknya. Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan memudahkan pekerjaannya dan memberinya kekayaan pada hatinya. Dan dunia pasti akan datang menghampirinya.&#8217;[4]</p>
<p>[1] Yaitu ia selalu sakit dan merasa rugi setiap kali meninggalkannya.</p>
<p>[2] Yakni apabila tertusuk duri, maka ia tidak menemukan seorang pun yang mencabutnya dengan alat penyungkil.</p>
<p>[3] HR. Al-Bukhari (2887)</p>
<p>[4] Hadits ini shahih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tahqiq buku tersebut.</p>
<p>(dikutip dari ENSIKLOPEDI LARANGAN MENURUT AL-QUR&#8217;AN DAN SUNNAH karya SYAIKH SALIM BIN &#8216;IED-AL-HILALI penerbit PUSTAKA IMAM SYAFI&#8217;I)</p>
<br />Posted in Ilmu-Ilmu, Islam, Pemikiran Logis Si Anak Ayam Tagged: Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, Hamba dinar, Hamba dirham, Larangan, Pustaka Imam Syafi'i, Syaikh Salim Bin 'Ied-Al-Hilali <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iikindhie.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iikindhie.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iikindhie.wordpress.com&amp;blog=10399472&amp;post=46&amp;subd=iikindhie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iikindhie.wordpress.com/2009/11/24/larangan-menjadi-hamba-dinar-dan-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3befe3ec04271df738a91b706d217e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">iikindhie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
